Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ada Apa?, Atau Apa Ada? PELAKSANAAN MTQ DI WANASABA SAMPAI TIDAK PERNAH TERLAKSANA?


 

==============================

WANASABAKU KUCINTA TAK SEBATAS MENJADI WARGA, NAMUN BAGAIMANA KAU SELALU JUARA. 

==============================


Memperhatikan Juknis yang diturunkan oleh Pengurus LPTQ Kab. Lombok Timur Nomor : 08.01/LPTQ.LOTIM/VII.2021 perihal Ketentuan Pokok pelaksanaan MTQ XXIX sangat luar biasa dan sepanjang pengetahuan kami Alhamdulillah pelaksanaan dan gaungnya senantiasa terdengar untuk tingkat Kabupaten yang tujuannya adalah mencari Kafilah-Kafilah sebagai Delegasi Kabupaten Lombok Timur menuju tingkat Provinsi dan seterusnya. 


Lombok Timur dengan perkembangan wahana dan sarana pembibitan para calon peserta MTQ kian hari semakin tumbuh bagai jamur di musim hujan dengan lahirnya TPQ, Pondok Tahfidz, Pondok Pesantren dan sejenisnya sehingga kita akui Kab. Lombok Timur senantiasa menduduki peringkat yang cukup memuaskan di event provinsi maupun nasional bahkan banyak yang sudah masuk tingkat Internasional. Dan ini dapat dijadikan sebuah kebanggaan bagi Lombok Timur baik pemerintah, rakyat, terlebih peserta yang sudah mampu mengharumkan Kab. Lombok Timur dengan prestasinya. 


Lombok Timur sepanjang pengetahuan kami memang secara formal sudah memiliki struktur Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) dari tingkat Kabupaten hingga Kecamatan, namun LPTQ tingkat Desa  belum maksimal, untuk sementara kita lihat masih sebatas LPTQ atau pembinaan Al-Qur'an masih di tingkat TPQ, Pondok Pesantren, Pondok Tahfidz yang walaupun untuk pengembangannya sendiri masih Swadaya. 


Kita masih ingat bahwa Lombok Timur yang kental dengan Religiusnya karena penduduk memang 99 % beragama Islam, beberapa tahun silam ketika terdengar akan ada gelaran MTQ, tidak bisa napikan bahwa animo Masyarakat, generasi Muda dan semua kalangan berbondong-bondong hadir menyaksikan sebagai bentuk dukungan dan bukti bahwa Masyarakat Lombok Timur masih sangat mencintai Al-Qur'an ketika dilantunkan oleh para Qari dan Qariah yang tampil di semua jenjang. 


Nah ketika bicara pelaksanaan MTQ di tingkat Kecamatan sampai ke Desa hanya beberapa Kecamatan dan Desa yang melaksanakannya, dan yang tidak menyelenggarakanpun masih banyak, sehingga hal ini sangat disayangkan dan membutuhkan kajian serius sebab dan akibat dari ada yang terlaksana dan tidak ini. 

 

Tahun ini ( 2021 ), LPTQ Kabupaten Lombok Timur sudah bersurat dan menyebar di seluruh penjuru Lombok Timur baik dikirim secara Offline ataupun Online sebagai Juknis Pelaksanaan MTQ ke XXIX, namun pada realitanya sampai hari ini belum terlaksana secara maksimal di tiap Desa maupun Kecamatan. Ada beberapa Desa dan Kecamatan memang terpantau di Media Sosial sudah menyelenggarakannya, namun tidak sedikit Desa dan Kecamatan belum terdengar sama sekali. 


Tidak usah jauh-jauh sebut saja Kecamatan Wanasaba dan Desa-Desa yang ada di Kecamatan ini, sedikitpun belum terdengar apakah masih seperti tahun-tahun sebelumnya menyelenggarakan secara diam-diam walaupun pelaksanaan seleksinya di Kantor Camat ataukah bagaimana? 


Berapa camat sudah berganti di Kecamatan Wanasaba ini, berapa Kepala Desa sudah berganti, berapa KUA sudah menduduki kantor (Balai Nikah) di Kecamatan ini, namun untuk perhatian kepada hal-hal seperti ini tergolong masih belum maksimal, entah apa mungkin sebabnya. 


Yang memalukan lagi beberapa tahun pelaksanaan MTQ yang lalu kebetulan kami menyaksikan penuh pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten, justru delegasi Kecamatan Wanasaba dari Kecamatan lain, kamipun nanya kepada pihak kecamatan, kenapa bisa terjadi seperti ini? Jawabannya TIDAK ADA YANG KITA PILIH, segampang itukah? Serendah itukah?. 


Padahal Kecamatan Wanasaba pada tahun-tahun pelaksanaan beberapa tahun yang lalu banyak sumber dan potensi generasi muda untuk partisipasi aktif dalam kegiatan yang cukup bergengsi ini, tambah lagi Wanasaba secara keseluruhan bukan kecamatan yang Kecil dan sedikit baik dari segi Penduduk dan Geografis, masak iya Kecamatan Wanasaba sebesar ini tidak ada peserta yang mampu? Miris.... 


Kami sampai hari ini belum menemukan jawaban pasti secara rasional penyebab tidak terlaksananya proses seleksi MTQ di tingkat Desa dan Kecamatan Wanasaba sebagaimana pelaksanaan tahun-tahun ketika 10-15 tahun yang lalu. Apakah benar-benar kurang SDM? Kurang Dana? Kurang apa?, belum terdengar jelas dari kecamatan maupun desa... 


Jika alasan kurang SDM? 

Banyak sekali deretan orang-orang hebat di Kecamatan Wanasaba dalam bidang ini? 

Jika alasan kurang Dana? 

Lantas jika Desa dan Kecamatan lain mampu melaksanakannya kenapa kita tidak?

Lantas Dana pelaksanaan dari mana? 

Ya jika memang dari pemerintah kecamatan dan desa tidak pernah memikirkan hal baik ini, dijamin tidak akan pernah ada solusi. 

Nah jika ada alasan lain? 

Terus jika mengirim Delegasi dari Desa/Kecamatan lain atas nama Kecamatan Wanasaba untuk berkompetisi di Tingkat Kabupaten kan memalukan? 

Apakah itu Gratis? 

Jika berbayar, kenapa tidak Dana untuk menyewa ini dipakai operasional untuk seleksi? 

Jika pelaksanaanya diam-diam dengan menunjuk siapa yang dikenali oleh pihak camat dan desa, dijamin tidak akan pernah mendapat hasil yang maksimal. 


Aduhai.... 

Maaf tulisan ini bukan mengkritisi tanpa solusi, namun ini semata kata hati yang insyaAllah mewakili suara hati masyarakat di Kecamatan Wanasaba. 

Berapa kali melihat media sosial, iri hati rasanya beberapa kecamatan dengan bangganya menyelenggarakan sesuai dengan ketentuan. 


Wahai Desaku... !!! 

Wahai Kecamatanku... !!! 

Akupun rindu untuk bangga... !!! 

Akupun mau melihat kau Juara...!!! 


Namun apalah daya daku... 

Hanya melihat di dunia maya... 

Orang-orang dengan bangganya... 

Menjadi Juara karena usahanya...